Masih tentang air terjun, kali ini lokasi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Sabtu, 24 Maret 2018 adalah waktunya untuk me-refresh dari rutinitas sehari-hari. Malam hari sebelumnya, belum ada ide akan ke mana. Browsing wisata alam yang cukup mudah dan masih berada di sekitar Mojokerto. Terakhir kandidat terkuat adalah Coban Baung yang berada di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di belakang Kebun Raya Purwodadi.
Berangkat dari kos pukul 07.00 WIB. Sampai di lokasi masih sepi, belum ada penjaga loket. Ada bapak-bapak, saya tanyakan untuk menuju ke air terjun, namun jawab beliau saat ini air terjun masih tutup. Saya tanyakan kembali apakah karena masih terlalu pagi, "bukan mas, tapi ada proyek, kayaknya lusa udah buka lagi", jawabnya. Jalan menuju ke bawah tampak tertutup dan hanya bisa memandang dari jauh air terjun dengan debit yang tampak besar.
Oke, fixed, tujuan gagal dicapai. Setelah itu segera mencari lokasi lain untuk dituju. Ke pantai, rasanya tidak mungkin karena saat itu sudah 09.00 WIB dan matahari akan sangat terik nantinya. Jadi tetap ambil tujuan mudahnya ya air terjun dan memang di sekitar wilayah ini banyak air terjun. Dan, setelah "berselancar" beberapa menit akhirnya diputuskan masuk ke wilayah Batu. Di mana itu? Coban Rondo, lebih tepatnya masuk di Kabupaten Malang. Saat itu juga langsung menuju ke tujuan, lupanya, hari itu adalah akhir pekan kemungkinan besar ramai. Benar saja, memasuki Lawang, Malang, sudah disambut dengan kepadatan kendaraan. Pukul 10.00 WIB tiba di lokasi.
Coban Rondo
Coban Rondo terletak di Kecamatan Pujon, Malang. Untuk mencapai lokasi cukup mudah, jika dari Alun-alun Kota Wisata Batu hanya berjarak sekitar 12 km. Ikuti petunjuk menuju Songgoriti dan Pujon. Dalam perjalanan akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dari atas perbukitan.
Tidak lama setelah melewati gapura pembatas antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, ada petunjuk untuk mengarah ke wisata air terjun Coban Rondo. Selanjutnya tinggal ikuti saja petunjuk yang ada. Dari loket pintu masuk perjalanan masih berlanjut beberapa kilometer hingga sampai di air terjun dengan kendaraan bermotor. Selain air terjun di sini juga ada Taman Labirin Coban Rondo.
Fasilitas di Coban Rondo terbilang lengkap, area parkir yang luas, warung makan cukup banyak tinggal memilih, toko souvenir, juga mushola. Untuk air terjunnya mempunyai debit air yang cukup deras. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, pengunjung ramai kala itu, banyak rombongan. Selain ramai pengunjung, di Coban Rondo juga banyak monyet berkeliaran dan akan langsung berkerumun jika ada yang memberi makanan.
Rincian Biaya
Untuk info tambahan, berikut saya rincikan biaya ke Coban Rondo. Buka biaya mutlak namun dapat dijadikan referensi.
Berangkat dari kos pukul 07.00 WIB. Sampai di lokasi masih sepi, belum ada penjaga loket. Ada bapak-bapak, saya tanyakan untuk menuju ke air terjun, namun jawab beliau saat ini air terjun masih tutup. Saya tanyakan kembali apakah karena masih terlalu pagi, "bukan mas, tapi ada proyek, kayaknya lusa udah buka lagi", jawabnya. Jalan menuju ke bawah tampak tertutup dan hanya bisa memandang dari jauh air terjun dengan debit yang tampak besar.
Oke, fixed, tujuan gagal dicapai. Setelah itu segera mencari lokasi lain untuk dituju. Ke pantai, rasanya tidak mungkin karena saat itu sudah 09.00 WIB dan matahari akan sangat terik nantinya. Jadi tetap ambil tujuan mudahnya ya air terjun dan memang di sekitar wilayah ini banyak air terjun. Dan, setelah "berselancar" beberapa menit akhirnya diputuskan masuk ke wilayah Batu. Di mana itu? Coban Rondo, lebih tepatnya masuk di Kabupaten Malang. Saat itu juga langsung menuju ke tujuan, lupanya, hari itu adalah akhir pekan kemungkinan besar ramai. Benar saja, memasuki Lawang, Malang, sudah disambut dengan kepadatan kendaraan. Pukul 10.00 WIB tiba di lokasi.
Coban Rondo
Coban Rondo terletak di Kecamatan Pujon, Malang. Untuk mencapai lokasi cukup mudah, jika dari Alun-alun Kota Wisata Batu hanya berjarak sekitar 12 km. Ikuti petunjuk menuju Songgoriti dan Pujon. Dalam perjalanan akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dari atas perbukitan.
![]() |
Gambar 1 Perkampungan di wilayah Songgoriti, gunung Banyak. Gear: Nikon D5200, 18-105mm lens (105 mm), f/5.6, 1/320 s, ISO 100, edit with Adobe Lightroom |
Tidak lama setelah melewati gapura pembatas antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, ada petunjuk untuk mengarah ke wisata air terjun Coban Rondo. Selanjutnya tinggal ikuti saja petunjuk yang ada. Dari loket pintu masuk perjalanan masih berlanjut beberapa kilometer hingga sampai di air terjun dengan kendaraan bermotor. Selain air terjun di sini juga ada Taman Labirin Coban Rondo.
![]() |
Gambar 2 Coban Rondo. Gear: Nikon D5200, 18-105mm lens (18 mm), f/18, 1/2 s, ISO 100, ND 1.8 64x, edit with Adobe Lightroom |
![]() |
Gambar 3 Coban Rondo (2). Gear: Nikon D5200, 18-105mm lens (18 mm), f/11, 5 s, ISO 100, ND 1.8 64x, edit with Adobe Lightroom |
![]() |
Gambar 4 Coban Rondo (3). Gear: Nikon D5200, 18-105mm lens (18 mm), f/11, 5 s, ISO 100, ND 1.8 64x, edit with Adobe Lightroom |
![]() |
Gambar 5 Coban Rondo (4). Gear: Nikon D5200, 18-105mm lens (18 mm), f/18, 2 s, ISO 100, ND 1.8 64x, edit with Adobe Lightroom |
Fasilitas di Coban Rondo terbilang lengkap, area parkir yang luas, warung makan cukup banyak tinggal memilih, toko souvenir, juga mushola. Untuk air terjunnya mempunyai debit air yang cukup deras. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, pengunjung ramai kala itu, banyak rombongan. Selain ramai pengunjung, di Coban Rondo juga banyak monyet berkeliaran dan akan langsung berkerumun jika ada yang memberi makanan.
![]() |
Gambar 6 Termenung |
![]() |
Gambar 7 Sayang anak |
Rincian Biaya
Untuk info tambahan, berikut saya rincikan biaya ke Coban Rondo. Buka biaya mutlak namun dapat dijadikan referensi.
Tabel 1 Rincian biaya Coban Rondo (24-03-2018)
No. | Keterangan | Nominal (Rp) |
---|---|---|
1 | BBM | 20.000 |
4 | Tiket masuk Coban Watu Ondo | 35.000 |
5 | Parkir | 4.000 |
8 | Makan siang | 19.000 |
Total | 78.000 |
Related Post:
Cerita-cerita
- Fear of Missing Out (FOMO)
- Air Terjun Dlundung dan Air Terjun Watu Gedhek
- Air Terjun Watu Ondo dan Air Terjun Watu Lumpang, Pacet, Mojokerto
- Cerita dari Air Terjun Grenjengan dan Air Terjun Canggu
- Cerita Akhir Tahun, Pantai Payangan
- Jalan-jalan Tipis ke Surabaya Utara
- Short Trip to Solo the Spirit of Java
- A Tribute to Nelson Mandela
- WPAP - Dahlan Iskan
- Posting Tidak Penting Alias Iseng Saja
- Vektor dan Bitmap
- Peringkat Indonesia di FIFA
- Tukar Link
- Singkatan, Istilah dan Simbol Umum di Dunia Maya
- Sedikit Info Muse
- Kisah Perjalanan dan Perkembangan Helm
- Sedikit Info tentang Avenged Sevenfold
Pertama balik kesini lagi setelah 7 taon lalu, berubah drastis bok! Kids friendly, gak nanjak kok sekarang, udah baguss bgt dan jalanan aman untuk bawa anak kecil, zona bahaya juga dikasi tanda. Jadi anak anak bisa main kecek kecek di area aman. Soonaturall banget! Mau lah kalo balik lagii kesini
ReplyDeleteDulu saya pernah solo traveling ke Coban Rondo dan masih belum banyak objek wisata seperti sekarang ini yang lebih lengkap, tentunya menarik minat para pengunjung baik lokal maupun mancanegara. Jalanannya juga bagus, tiket pun murah, dan fasilitas cukup lengkap seperti kamar mandi, mushola, cafe, warung, dan parkiran juga luas serta cukup sekali untuk bus besar. Untuk mengenang itu semua juga saya tuliskan di artikel saya The Beauty of Coban Rondo Waterfall Indonesia Sekedar ingin mengenang dan menuliskan ulang
ReplyDelete