Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Sunday, December 30, 2012

Seni Kaligrafi

Kaligrafi (Calligraphy, dari bahasa Yunani; καλλι "keindahan" + γραφος "menulis", bahasa Jepang Nihongo 日本語), merupakan seni menulis indah dengan tangan sebagai hiasan. Tulisan ini fungsinya lebih mengarah pada hiasan daripada sebagai bacaan. Butuh konsentrasi tinggi juga waktu cukup lama untuk dapat membacanya, dan sifatnya juga dapat membuat mata lelah juga sedikit pusing jika dibaca. Ini dikarenakan bentuk dari tulisan atau kaligrafi yang bermacam-macam, ada yang berbentuk buah-buahan, orang sholat, ada juga yang abstrak.

Kaligrafi yang cukup populer adalah kaligrafi dalam tulisan arab atau kaligrafi Islam. Umumnya, kaligrafi ini merupakan tulisan atau potongan ayat Al-qur'an. Fungsi lain dari kaligrafi ini juga sebagai alat untuk melestarikan Al-qur'an. Kaligrafi Islam adalah seni yang dihormati dan dihargai dari bentuk seni rupa Islam yang juga merupakan ekspresi dalam berbagai budaya Islam.

Umumnya, kaligrafi dibuat dengan pena khusus yang ujungnya berbentuk pipih, atau dengan kuas. Namun, seiring perkembangan jaman, seni ini juga ikut berkembang. Karya digital pun juga sering kita jumpai. Berikut ada contoh kaligrafi yang saya buat. Sebenarnya kaligrafi ini sudah pernah saya buat sekitar tahun 2010 lalu, perpaduan CorelDRAW dengan Photoshop. Namun tadi malam saya buat lagi dan hasilnya seperti gambar di bawah. Kaligrafi ini saya ambil dari Al-qur'an surat Alam Nasyrah ayat 6 dengan software CorelDRAW X6.

1366 x 768

1024 x 768


Download file vektor kaligrafi (.cdr/CorelDRAW X6):
http://www.mediafire.com/?6054wi6o2ck7y21
atau
http://www.4shared.com/rar/AGDL--v_/ag-cl01.html



http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi_Islam

Wednesday, October 6, 2010

Beberapa Masalah untuk Direnungkan

Dalam hidup ini, banyak hal yang telah kita lupakan atau kita hiraukan. Padahal, sebenarnya hal tersebut juga penting. Kita hidup hampir menggunakan seluruh waktu untuk mengejar urusan dunia. Bagaimana dengan urusan akhirat? Muncul beberapa pertanyaan yang merupakan permasalahan sehari-hari yang kita alami.

Kita selalu mempersiapkan diri dan berpenampilan bagus ketika kita hendak pergi atau keluar "sarang". Terlebih jika akan bertemu orang atau menghadiri acara spesial. Namun apakah hal tersebut juga kita terapkan saat menghadap sang pencipta? Bahkan terkadang kita berpakaian seadanya saat kita beribadah, seperti saat menjalankan shalat, tanpa memperhatikan kerapian dan kesopanan. Dalam benak kita yang penting menutup aurat.

Dalam hal waktu, kita juga cenderung memperhatikan waktu terutama jika kita sedang melakukan suatu hal, seperti kerja, atau kegiatan lainnya yang dianggap penting. Ini berbeda dengan urusan akhirat. Kita sering kali menunda urusan yang berhubungan dengan akhirat. Pernahkah kita bersegera menjalankan atau mengutamakan Ibadah saat masuk waktunya?

Tidak jarang kita merelakan sesuatu yang kita miliki atau mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mendapatkan sesuatu yang kita suka/inginkan. Tapi bagaimana dengan bersedekah, apakah sama? Atau, sudahkah kita bersedekah? Jika sedah, ikhlaskah kita dalam bersedekah? Tidak begitu penting berapa jumlahnya.

Ketika diberi nikmat sedih, kita selalu berdoa dan selalu ingat sang Pencipta agar diberi kemudahan. Setelah mendapatkannya, sering kali kita terlarut dengan keadaan dan melupakan kewajiban kita. Bahkan yang lebih parah, saat hal yang tidak diinginkan terjadi, terkadang kita tidak terima dan menyalahkan Allah. Contoh, mendapat musibah hingga kita merasa sengsara dan tersiksa. Atau, doa kita belum terkabulkan. Sebenarnya hal-hal tersebut adalah ujian bagi kita.

Pada dasarnya, banyak orang yang mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, hal-hal yang diperbolehkan, mana yang diwajibkan, dan yang dilarang. Namun entah kenapa banyak juga orang yang menghiraukannya meskipun sebenarnya tahu. Sebagai contoh, shalat wajib dikerjakan dan merupakan rukun Islam yang kedua. Tetapi masih banyak orang yang mengesampingkan bahkan tidak menjalankannya meskipun mengetahui hukumnya.

Beberapa permasalahan yang telah disebutkan di atas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang juga pasti mempunyai pendapat sendiri tentang masalah-masalah tersebut, entah itu apa. Tulisan ini mungkin dapat dikatakan sebagai curhat kecil seseorang yang juga banyak salah. Saya juga sadar bukan makhluk yang sempurna dan masih sering melakukan salah (Hoamz, sudah 1.23 WIB). Saya cukupkan sekian, karena sudah mulai 'mencla-mencle'. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjadi lebih baik dan jauh lebih baik lagi. Amin.


Wednesday, September 8, 2010

Arti Minal 'Aidin Wal Faizin


Setelah sebulan berpuasa, kaum muslim merayakan kemenangannya di hari yang fitri. Berbagai kemeriahan selalu mengiringi dan menyambut hari Raya. Dulu ada lagu anak-anak yang sangat populer dengan penggalan, "Baju baru Alhamdulillah, dpakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama". Hari Raya Idul Fitri, identik dengan hal baru di Indonesia, ntah d negara lain saya kurang paham. Banyak orang yang membeli pakaian baru. Namun, sebenarnya yang terpenting adalah hati kita yang baru, sifat kita, harus lebih baik dari sebelumnya.

Selain hal tadi, berbagai ucapan juga turut meramaikan. "Minal 'Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin", kata-kata ini selalu kita dengar sebagai ucapan di hari Raya Idul Fitri. Banyak orang menganggap Minal 'aidin wal faizin berarti ungkapan permohonan maaf dengan bahasa arab. Hm, sebenarnya apa sih makna kata-kata ini?

Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati yang saya kutip dari blog.al-habib.info, Minal 'aidin wal faizin mempunyai dua pokok kata: 'aidin dan faizin. Kedua kata tersebut merupakan ejaan yang benar dalam penulisan bahasa Indonesia. Dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين. Jadi bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin.

Untuk maknanya, 'aidin sama halnya dengan 'id atau 'idul. Ini berarti kembali, dapat juga diartikan pengulangan atau perayaan tahunan. Sedangkan 'aidin menunjukkan pelakunya. Sedangkan Fitr artinya berbuka, maksudnya, tidak lagi berpuasa sebulan penuh. Jika digabungkan, 'Idul Fitri mempunyai arti orang-orang yang kembali. Namun ada juga yang menghubungkan Fitr dengan Fitrah yang berarti suci atau asal kejadian.

Faizin berarti kemenangan (berasal dari kata fawz). Jadi, faizin bermakna orang-orang yang menang. Pengertian menang di sini adalah mendapat ampunan, ridha, juga nikmat surga. Selain dua kata tadi juga terdapat kata min atau minal. Ini berarti berasal atau bagian dari sesuatu.

Sebenarnya, minal 'aidin wal faizin merupakan sebuah penggalan doa. Doa tersebut, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin, artinya, Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian (amal ibadah), dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali (fitrah) dan (mendapat) kemenangan. Doa ini merupakan doa yang biasa diucapkan ketika selesai menjalankan ibadah puasa. Selain doa tersebut, Para sahabat nabi juga biasa menambahkan: "shiyamana wa shiyamakum", semoga juga puasaku dan kalian diterima.

Banyak orang yang hanya mengucapkan "minal 'aidin wal faizin" dengan maksud meminta maaf sebagai ucapan di hari raya 'idul Fitri. Namun, makna sebenarnya bukanlah itu. "Minal 'aidin wal faizin" sendiri berarti, bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Kata-kata tersebut merupakan doa.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan membuat kita lebih paham dengan apa yang kita kerjakan. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dan mendapat berkah dari bulan suci Ramadhan. Sehingga kita dapat menjadi makhluk yang jauh lebih baik lagi. Amin. ^_^



http://blog.al-habib.info/id/arti-minal-aidin-wal-faizin-bukan-mohon-maaf-lahir-batin/
http://forum.detik.com/showthread.php?t=61782


Friday, September 3, 2010

Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’

Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal

Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.

Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.

Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.



Sumber:

http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/06/16/gerakan-shalat-bermanfaat-untuk-kesehatan-tubuh/