Showing posts with label Belajar Desain. Show all posts
Showing posts with label Belajar Desain. Show all posts

Sunday, January 27, 2013

Membuat Watermark dengan Photoshop

Sering kali kita menjumpai suatu foto yang terdapat tulisan atau tanda samar-samar (sebut transparan), khususnya saat kita browsing dan membuka suatu halaman. Tanda atau tulisan pada foto tersebut adalah watermark (tanda air). Fungsinya, sebagai tanda, inisial, atau keterangan pemilik foto tersebut. Tentu saja agar tidak dengan mudah diakui oleh pihak lain. Kalau pun digunakan pihak lain, maka tanda terbebut tetap ada yang berarti identitas pemilik juga tetap ada. Meski tanda itu dapat dihilangkan, namun masih ada prosesnya sendiri dan mungkin agak susah terlebih jika tanda tersebut berada di tengah atau pada objek dalam foto.

Sekarang kita akan membuatnya dengan bantuan Photoshop. Ada berbagai bentuk watermark, namun yang penting adalah menunjukkan identitas dan umumnya berupa tanda transparan.

Contoh pertama yang saya buat tanda sederhana (hanya transparan). Siapkan terlebih dahulu fotonya. Selanjutnya tentu tanda yang akan dijadikan watermark. Terserah, dapat berupa tulisan, logo, simbol, yang penting menunjukkan identitas atau keterangan yang ingin "ditempel". Tanda yang akan dibuat watermark pada tulisan ini saya sebut "target".

klik untuk perbesar

Cara Pertama

Lihat panel Layers. Klik layer target. Kemudian atur nilai Opacity juga Fill dan lihat hasilnya.

Hasil cara pertama (klik untuk perbesar)

Cara Kedua

Pada panel Layers, klik dua kali layer target, atau klik kanan pada layer tersebut pilih Blending Options..., muncul kotak dialog Layer Style. Pada bagian Styles klik Blending Options: Custom, perkecil persentase Fill Opacity pada Advanced Blending, hingga "0" juga tidak masalah.

Tampilan Blending Options (klik untuk perbesar)

Kemudian centang dan klik Bevel & Emboss. Pilih Style, di sini saya menggunakan Outer Bevel. Anda dapat memilih dan mengaturnya dengan bebas, lihat Preview untuk tampilan hasilnya. Jangan lupa atur warna bayangannya di bagian Shading.

Bevel & Emboss (klik untuk perbesar)

Setelah itu klik OK. Tara... jadi sudah watermark kita dengan efek timbul atau 3D.

Hasil jadi cara kedua (klik untuk perbesar)

Untuk pembuatan tulisan ini, Photoshop yang digunakan adalah Adobe Photoshop CS6. Untuk versi lain sebenarnya sama saja karena di sini menggunakan langkah sederhana, mamanfaatkan pengaturan Opacity dan Fill juga Blending Options.

Tuesday, January 22, 2013

Membuat Logo Windows 7 dengan CorelDRAW

Logo Windows 7

Di malam (dini hari tepatnya) yang cukup membuat pusing ini, saya sempatkan sejenak menulis tutorial membuat logo sekaligus refreshing, hehe. Membuat logo, ya, sekarang akan saya bagikan cara membuat logo Windows 7 dengan CorelDRAW.

1. Langkah Pertama, tentu buka CorelDRAW (saya anggap sudah terinstal di komputer :-p). Buka dokumen baru. Kemudian, buat lingkaran dengan Ellipse Tool. Copy lingkaran yang telah dibuat tersebut.


2. Lanjutkan dengan mewarnai dengan memanfaatkan Interactive Fill, jangan lupa atur atau pilih tipe Radial.


3. Untuk membuat bagian terang di atas, paste lingkaran yang telah di-copy pada langkah pertama tadi. Perkecil sedikit lingkaran tersebut. Selanjutnya potong dengan membuat kotak terlebih dahulu. Atur posisi kotak pada lingkaran yang akan dipotong. Klik kotak, tekan tombol Shift pada keyboard dan potong dengan menekan simbol Trim.


4. Buat bagian terang dengan potongan tersebut. Caranya, pilih Shape Tool - klik kanan node - To Curve dan atur lengkungannya. Jika selesai, beri warna putih.


5. Kemudian beri efek transparan dengan memanfaatkan Transparency Tool.


6. Langkah selanjutnya membuat empat kotak di tengah. Buat sebuah kotak atau segi empat/persegi, atur sedikit kemiringannya.


7. Buat kotak sedikit melengkung. Klik kanan kotak - Convert to Curves atau Ctrl + Q, klik Shape Tool dan klik ujung-ujungnya dan pilih To Curve agar garis-garis kotak dapat diatur bebas atau dilengkungkan.

8. Selanjutnya gandakan kotak yang diatur kelengkungannya tersebut menjadi empat buah kotak. Atau, dapat juga memanfaatkan Scale and mirror (klik objek - Menu Arrange - Transformations - Scale and mirror).


9. Warnai tiap kotak lengkung tersebut dengan Fountain Fill pada Fill Tool.


10. Gabungkan semua objek dan jangan lupa hilangkan garis atau outline-nya dengan select semua objek dan klik kanan kotak silang pada Color Palletes.


11. Selesai, selamat mencoba dan kreasikan dengan logo lainnya.

Semoga bermanfaat


Download file vektor logo Windows 7 (.cdr/CorelDRAW X6):
http://www.mediafire.com/?j1pgv258r04018d
atau
http://www.4shared.com/rar/5gNvI7Vh/AG-WI001.html

Sunday, January 20, 2013

Vektor dan Bitmap


Vektor dan bitmap, erat hubungannya dengan dunia grafis. Kedua hal ini memang menjadi dasar pada grafik komputer. Vektor dan grafik jelas berbeda dan memiliki sisi masing-masing.

Gambar Vektor

Gambar vektor merupakan gambar yang tersusun atas unsur garis dan kurva atau vektor berdasarkan perhitungan matematis. Titik dan garis membentuk sebuah objek menampilkan bentuk berdasarkan perhitungan koordinat geometris gambar tersebut. Tampilan ini relatif tampak kaku, namun tidak bergantung pada resolusi gambar.

Gambar vektor tidak bergantung pada resolusi. Lebih jelasnya, jika gambar ini diperbesar atau diperkecil, kualitas dan kedetailan gambar tidak berkurang. Gambar tetap seperti semula meski telah diubah ukurannya. Dengan kata lain, jika kita ingin mencetak gambar tersebut dalam ukuran berapapun maka gambar tidak rusak atau pecah. Gambar vektor cocok untuk desain animasi atau kartun.

Gambar vektor yang diperbesar

Format gambar/file vektor dapat berupa .CDR, .AI, .SVG, .EPS, dan lain-lain. Sedangkan software yang digunakan untuk membuat gambar vektor: CorelDRAW, Macromedia Freehand, Adobe Illustrator, dan sebagainya.

Bitmap

Bitmap adalah representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik yang tersimpan di memori komputer. Dikembangkan oleh Microsoft dan nilai setiap titik diawali oleh satu bit data untuk gambar hitam putih, atau lebih bagi gambar berwarna. Bitmap merupakan jenis format gambar yang tersusun atas sekumpulan titik-titik (pixel) yang berdiri sendiri dan bahkan juga mempunyai warna sendiri.

Banyaknya atau titik-titik tersebut disebut resolusi. Gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi. Apabila gambar tersebut diperbesar, maka kualitas gambar akan berkurang, gambar menjadi pecah, tidak halus, dan kotak-kotak. Sedangkan jika resolusi semakin besar, maka ukuran file juga akan semakin besar.

Gambar bitmap yang diperbesar

Pada gambar di atas tampak bahwa gambar bitmap yang diperbesar menjadi pecah. Kelebihan gambar bitmap terletak pada kehalusannya jika besar resolusinya sesuai atau cukup besar. Berbeda dengan vektor yang tampak kaku.

Format file bitmap dapat berupa .JPG, .BMP, .PNG, .TIFF, dan sebagainya. Sedangkan software yang berbasis bitmap seperti Adobe Photoshop, Paint, Corel PHOTO-PAINT, dan lain-lain.

Tabel Perbandingan Vektor dan Bitmap
Vektor Bitmap
Gambar tetap jelas ketika di perbesarGambar kurang jelas ketika di perbesar
Ukuran File yang dihasilkan kecilUkuran File yang dihasilkan besar
Tersusun oleh garis dan kurvaTersusun atas titik-titik/dot/pixel
Kualitas grafis tidak bergantung dari banyaknya pixelKualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel
Cocok untuk desain animasi/kartunCocok untuk desain real/kehalusan



Refrensi:
id.wikipedia.org
http://www.ahlidesain.com/perbedaan-vektor-dan-bitmap.html
http://www.aaezha.com/2012/11/perbedaan-grafis-vektor-dan-bitmap.html
http://www.edipsw.com/desain-grafis/perbedaan-antara-gambar-bitmap/

Sunday, December 30, 2012

Seni Kaligrafi

Kaligrafi (Calligraphy, dari bahasa Yunani; καλλι "keindahan" + γραφος "menulis", bahasa Jepang Nihongo 日本語), merupakan seni menulis indah dengan tangan sebagai hiasan. Tulisan ini fungsinya lebih mengarah pada hiasan daripada sebagai bacaan. Butuh konsentrasi tinggi juga waktu cukup lama untuk dapat membacanya, dan sifatnya juga dapat membuat mata lelah juga sedikit pusing jika dibaca. Ini dikarenakan bentuk dari tulisan atau kaligrafi yang bermacam-macam, ada yang berbentuk buah-buahan, orang sholat, ada juga yang abstrak.

Kaligrafi yang cukup populer adalah kaligrafi dalam tulisan arab atau kaligrafi Islam. Umumnya, kaligrafi ini merupakan tulisan atau potongan ayat Al-qur'an. Fungsi lain dari kaligrafi ini juga sebagai alat untuk melestarikan Al-qur'an. Kaligrafi Islam adalah seni yang dihormati dan dihargai dari bentuk seni rupa Islam yang juga merupakan ekspresi dalam berbagai budaya Islam.

Umumnya, kaligrafi dibuat dengan pena khusus yang ujungnya berbentuk pipih, atau dengan kuas. Namun, seiring perkembangan jaman, seni ini juga ikut berkembang. Karya digital pun juga sering kita jumpai. Berikut ada contoh kaligrafi yang saya buat. Sebenarnya kaligrafi ini sudah pernah saya buat sekitar tahun 2010 lalu, perpaduan CorelDRAW dengan Photoshop. Namun tadi malam saya buat lagi dan hasilnya seperti gambar di bawah. Kaligrafi ini saya ambil dari Al-qur'an surat Alam Nasyrah ayat 6 dengan software CorelDRAW X6.

1366 x 768

1024 x 768


Download file vektor kaligrafi (.cdr/CorelDRAW X6):
http://www.mediafire.com/?6054wi6o2ck7y21
atau
http://www.4shared.com/rar/AGDL--v_/ag-cl01.html



http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kaligrafi_Islam

Tuesday, December 18, 2012

Vektor - Menggambar atau Membuat Rambut

Untuk membuat vektor rambut, langkah-langkahnya mirip dengan membuat vektor wajah, sebenarnya tekniknya memang juga sama. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Freehand tool, Bezier tool, juga Shape tool pada CorelDRAW untuk membentuk rambutnya.
Gambar Objek

Pertama siapkan foto, selanjutnya membuat rambut dasar atau rambut secara umum. Kemudian dilanjutkan dengan membuat bagian rambut yang lebih terang. Ini dilakukan terus-menerus pada tiap bagian rambut seperti biasa yaitu mengikuti pola dan gelap-terangnya jika ingin semakin detail.
(Klik untuk memperbesar)
Pada gambar di atas terdapat warna-warna garis yang berbeda. Hal itu untuk menunjukkan penggambaran kembali pada atau berdasarkan bagian-bagian rambut yang berbeda.

Selanjutnya warnai bagian-bagian rambut tersebut dengan memanfaatkan Color Eyedropper tool untuk menyamakan warnanya dengan warna pada gambar asli. Jika ingin mendetail lagi pada serabut-serabut rambut dapat menggunakan Artistic Media.
(Klik untuk memperbesar)
Adapun hasil keseluruhan dapat dilihat di sini. Secara teknis, cara pembuatan gambar vektor dapat berbeda-beda tiap orang. Seiring berjalannya waktu jika sering berlatih, maka akan menemukan sendiri cara yang dirasa nyaman.

Friday, March 23, 2012

Karya Vektor Potret Diri (Narsis)

First project - alias iseng coba-coba (2011)


(2012)


Software: CorelDRAW X5

Gambar pertama merupakan gambar pertama Image Tracing. Gambar tersebut terselesaikan pada 2011 tepatnya 8 Juni 2011. Proses gambar dilakukan dengan perpaduan autotrace dan manual. Sedangkan gambar ke dua dibuat pada 5 Maret 2012 (manual trace).

Tuesday, March 13, 2012

Belajar Membuat WPAP (Wedha's Pop Art Portrait)

WPAP (Wedha's Pop Art Portrait) merupakan seni pop art asli Indonesia. Seni ini diciptakan oleh bpk. Wedha, yang dulu juga pernah menjadi ilustrator "Lupus". Kali ini kita akan belajar membuatnya. Ciri khas dari WPAP adalah objek yang selalu wajah seseorang (potret), penggunaan/permainan warna dan garis-garis lurusnya atau tidak terdapat garis lengkung.



Persiapan

Seperti biasa, pertama siapkan foto sebagai objek dan buka CorelDRAW-nya. Kunci objek dengan cara klik kanan pada foto dan Lock Object.


Selanjutnya sebagai opsi (dapat dilakukan atau tidak), buat layer baru agar memudahkan dalam mengatur objek nantinya. Caranya, pada menu pilih Window - Dockers - centang Object Manager. Pada jendela Object Manager klik New Layer pada pojok kiri bawah.


Tracing Foto tanpa Garis Lengkung

Tracing foto tersebut namun jangan sampai ada garis lengkung. Ini karena ciri khas dari WPAP itu sendiri tidak terdapat garis lengkung. Pertama buat bagian mata terlebih dulu atau bagian yang dirasa sulit dan inti.


Jika sudah selesai, lanjutkan dengan menggambar (facet) bagian lainnya sesuai gelap-terang pada foto.


Tambahan: Jika ingin garis lebih rapi dapat menggunakan Dynamic Guides, Menu - View - Dynamic Guides. Ini adalah garis bantu otomatis yang keluar saat kita melakukan tracing.

Warnai Masing-masing Objek

Jika proses tracing selesai, warnai tiap objek dengan warna objek aslinya. Gunakan eydropper dan paint bucket untuk mengambil sampel warna pada foto dan mewarnai objek. Hal ini dilakukan untuk membantu melihat kemiripan hasil tracing dengan gambar asli.


Setelah proses ini selesai, lanjutkan dengan mengganti warna tiap objek tadi dengan warna-warna yang kontras atau pop. Buang masing-masing outline atau bisa juga dengan mewarnai garisnya sama dengan warna objek. Selamat berkarya.

Sunday, March 11, 2012

Membuat Foto seperti Kartun

Sebelumnya saya pernah membahas membuat image tracing, itu dengan bantuan autotrace. Jika menggunakan autotrace kita tidak perlu lagi membuat garis dan kurva lagi. Kita hanya memperbaiki hasil dari autotrace. Namun terkadang hasil dari tracing tadi cukup banyak object dan node. Hal itu tentu membuat kita pusing melihatnya.

Cara lain yang dapat dilakukan dengan membuatnya secara manual. Masih dengan CorelDRAW, kita dapat memanfaatkan Freehand tool atau Bezier tool . Selanjutnya garis-garis tersebut diperhalus dengan Shape tool .

Langsung saja dengan contoh:

Pertama siapkan gambar, gambar kita jadikan sebagai background untuk menjiplak. Klik kanan pada gambar dan pilih Lock Object agar gambar terkunci tetap berada pada posisi dan tidak terpengaruh apapun saat kitaberaksi nantinya.

Selanjutnya kita buat mata atau bagian-bagian yang tersulit dahulu. Gunakan Bezier tool/freehand tool mengikuti pola gambar/foto. Jika sudah, jangan lupa convert to curve (klik kanan object -> Convert to Curves, atau pilih Shape tool klik node pada object, dan klik ). Selanjutnya haluskan garis-garis kaku tadi sesuai pola dan gelap terang pada gambar.


Buat semua pola berdasarkan yang ada pada foto/gambar atau sesuai selera kita.


Warnai jika semua sudah kita buat gambar jiplakannya. Manfaatkan Color Eyedropper tool , klik pada gambar sebagai warna contoh dan apply atau klik untuk mewarnai. Warnai juga garisnya. Jika sudah selesai, kita dapat melihat kemiripannya. Kita juga masih bisa membenahi pola-pola tadi dengan Shape tool.


Jika dirasa sudah selesai, klik kanan pada foto -> Unlock Object. Setelah itu foto dapat dipindah atau dihapus. Bila perlu tambahi background yang menarik agar lebih indah.

Thursday, March 1, 2012

Tulisan dengan Fill atau Background Gambar

Tulisan dengan background gambar? Tentu hal ini akan membuat sebuat tulisan lebih menarik. Kali ini akan kita coba untuk membuatnya. Pertama harus ada software-nya, di sini saya gunakan CorelDRAW X5.

Caranya cukup sederhana, pertama siapkan gambar yang akan dijadikan background-nya. Buka dokumen/lembar kerja baru pada CorelDRAW. Import gambar tersebut atau seret ke lembar kerja. Selanjutnya kita buat tulisannya. Atau, kita buat tulisan terlebih dahulu tidak masalah. Untuk latihan, gambar dan tulisan di sini dibuat asal-asalan saja tidak apa-apa yang penting kita tahu caranya :-p

Susun dan atur posisi tulisan dan gambar yang sebagai background-nya.


Jika posisi tulisan dan gambar sudah sesuai, klik gambar, pilih menu Effects - PowerClip - Place Inside Container.


Pointer akan berubah menjadi tanda panah besar, dan selanjutnya klik pada tulisan tulisan. Maka hasilnya...


Selesai. Selamat berkreasi dan semoga bermanfaat.

Sunday, February 19, 2012

Membuat Image Tracing

Mungkin kita pernah melihat gambar seseorang yang mirip seperti kartun. Atau dari sebuah foto seseorang menjadi seperti kartun. Ini dapat dilakukan dengan cara tracing.

Teknik ini ada beberapa yang mengartikan penjiplakan atau menggambar kembali. Dengan kata lain, image tracing dapat didefinisikan secara sederhana sebagai pengubahan atau penggambaran kembali sebuah gambar/pixel menjadi gambar vektor.

Berikut adalah contoh membuat Image Tracing dengan cara perpaduan auto dan manual. Pertama siapkan dulu gambar yang akan diproses. Sebelum di-trace alangkah baiknya jika gambar/foto tsb kita haluskan terlebih dulu. Ini bertujuan agar proses pengerjaan vektor hasil tracing nanti lebih mudah.


Sebelah kiri adalah gambar asli, sedangkan satunya yg sudah dihaluskan di PS. Selanjutnya simpan gambar yang sudah diedit tersebut dalam format image. Kemudian, buka CorelDRAW dan import gambar tsb (atau drag ke halaman kerja CorelDRAW). Setelah itu klik gambar dan pilih Bitmaps - Convert to Bitmap. Jika sudah dalam bentuk bitmap, tinggal pilih Trace Bitmap (Outline Trace). Akan tampak dialog sebagai berikut (jika dengan CorelDRAW X5).


Pada contoh ini Type of Image menggunakan Low quality image dengan mengatur/menggeser Detail, Smoothing, dan Corner (bisa dicoba-coba). Jangan lupa Remove Background dicentang juga.

Jika proses di atas dirasa sudah sesuai dengan keinginan, maka klik OK. Hasil sudah didapat dengan bentuk vektor. Untuk memecahnya klik gambar tersebut lalu klik kanan dan pilih Ungroup. Sekarang kita mendapatkan pecahan-pecahan vektor yang dapat kita otak-atik sesuai keinginan.

Di sini lah kreasi dan kesabaran kita diuji dengan mengotak-atik, mengggeser pecahan-pecahan vektor ke kanan, kiri, atas, atau bawah. Untuk memperindah gambar, kita dapat menambahkan hiasan-hiasan sesuai keinginan.

Contoh gambar yang sudah jadi

Sekian cerita singkatnya, maaf jika ada yg dirasa kurang atau kurang dipahami.